kompetensi

tim efektif

Mengidentifikasi Kompetensi dan Komitmen dari Tim Kerja

Kerja TimDari artikel sebelumnya kita telah mengetahui tipe anggota tim kita, nah bagaimanakah kita dapat mengetahui kriteria bahwa anggota tim sudah memiliki kompetensi yang cukup, komitmen, dan kerja tim yang baik?

Dalam kenyataannya, pemimpin yang lebih berorientasi pada karyawan dalam beberapa hal akan memberikan hasil-hasil yang lebih efektif. Ini tidak berarti pemimpin tersebut mengabaikan kebutuhan-kebutuhan produksi atau tugas dalam departemennya. Kepemimpinan yang berhasil menghendaki suatu pengertian yang mendalam terhadap bawahan. Oleh karena itu, menurut Peter Drucker (1979), pemimpin sangat perlu mengembangkan beberapa kecakapan:

  1. Obyektivitas terhadap hubungan-hubungan serta perilaku manusia. Maksudnya pemimpin harus memandang bawahan serta perilaku mereka secara obyektif, tanpa berprasangka dan tanpa emosi.
  2. Cakap berkomunikasi di dalam perusahaan maupun masyarakat. Maksudnya pemimpin harus mampu berbicara dan menulis secara terus terang serta menyimpulkan dengan teliti pernyataan-pernyataan dari orang lain. Pemimpin harus mudah didekati, mengenal kelompok-kelompok dan pemimpin informalnya, menyeluruh memberitahukan tujuan dan berusaha untuk bekerja sama dengan orang lain.
  3. Ketegasan. Maksudnya kemampuan untuk memproyeksikan diri secara mental dan emosional ke dalam posisi seorang pengikut. Kemampuan ini menolong pemimpin untuk memahami pandangan, keyakinan dan tindakan bawahannya.
  4. Sadar akan diri sendiri. Maksudnya pemimpin perlu mengetahui kesan apa yang dibuatnya pada orang lain. Pemimpin harus berusaha untuk memenuhi peran yang diharapkan oleh para pengikut.
  5. Mengajarkan. Maksudnya pemimpin harus mampu untuk menggunakan kecakapan untuk pedoman, dan pembetulan dalam pemberian petunjuk dengan contoh-contoh.

Selanjutnya pemimpin diharapkan mampu mengidentifikasi anggota tim dengan melihat :

  • Competency : Memiliki kualifikasi, tepat dan cepat dalam menyelesaikan tugas, the right man in the right pleace. Soft atau generic competencies menurut Spencer (1993) terdiri dari enam kelompok kompetensi, yaitu sebagai berikut :
  1. Kemampuan merencanakan dan mengimplementasikan (motivasi untuk berprestasi, perhatian terhadap kejelasan tugas, ketelitian, dan kualitas kerja, proaktif, dan kemampuan mencari dan menggunakan informasi).
  2. Kemampuan melayani (empati, berorientasi pada pelanggan).
  3. Kemampuan memimpin (kemampuan mempengaruhi, kesadaran berorganisasi, kemampuan membangun hubungan).
  4. Kemampuan mengelola (kemampuan mengembangkan orang lain, kemampuan mengarahkan, kemampuan bekerja sama dengan kelompok).
  5. Kemampuan berpikir (berpikir analitis, berpikir konseptual, keahlian teknis atau profesional atau manajerial).
  6. Kemampuan bersikap dewasa (kemampuan mengendalikan diri, fleksibilitas, komitmen terhadap organisasi).
  • Commitment : Hardworking, high motivated, tepat waktu  dan loyal.
  • Teamwork : Saling menghormati dan saling mengakui kompetensi, komunikasi antar anggota baik, dapat berbagi sumberdaya, sifat saling memiliki, transparan, kemampuan untuk meredam konflik.

Lalu bagaimana caranya untuk dapat meningkatkan kinerja anggota tim kita agar dapat memenuhi kriteria tersebut ?

  1. Competency : Memberikan informasi yang relevan terhadap anggota tim, bangun kemampuannya untuk melakukan tugas yang efektif (komunikasi, produk knowledge, area), pertahankan dan tingkatkan training-training yang strategis.
  2. Commitment : Membantu individu menyadari kemampuan mereka (bangun komunikasi positif), membantu individu untuk menyusun sasaran yang realistis dan menantang, dukung untuk pencapaiannya, berikan rasa memiliki, berikan penghargaan atas keberhasilan, memotivasi mereka untuk memiliki rasa keterikatan tujuan dalam tim.
  3. Teamwork : Berikan tanggungjawab tim, alokasikan sumberdaya, memperkecil konflik dan tingkatkan kerjasama.

Semoga kedua artikel bersambung ini dapat menginspirasi para manajer dan pemimpin keluarga maupun organisasi untuk lebih efektif dalam memimpin, sehingga memimpin bukan saja hal yang menyenangkan dan anda semakin bijaksana ;)

Tags: , , , ,

5 Responses to “Mengidentifikasi Kompetensi dan Komitmen dari Tim Kerja”

  1. 1
    sjafri mangkuprawira Says:

    artikel bagus…..jadi pada dasarnya seorang pemimpin itu adalah pelayan bagi subordinasinya…..yakni yg tidak hanya memliki kemampuan manajerial tetapi sebagai motivator untuk para subordinasinya….. sekaligus pula mampu untuk mengelola dirinya dengan efektif (kematangan emosi dan keribadian)….”otak kita pintar tapi tidak selalu bijak”…..karena itu tidak aneh muncul ragam kasus: sebagai pemimpin yg hebat sekaligus sebagai manajer yg buruk atau pemimpin buruk sekaligus sebagai manajer cemerlang….atau pemimpin hebat sekaligus sebagai manajer hebat…..pada abad ke 5 sebelum masehi, dalam pidatonya Plato mengatakan “kami memerintah demi kebaikan yg diperintah”…atau “ratih memimpin demi kebaikan orang yg dipimpin”…..seandainya menerima tanggung jawab jangan jadikan itu beban manajerial bahkan mental…namun posisikanlah sebagai amanah, peluang bagus dan panggilan mulia…..i’m sure you could tih….

  2. 2
    ratih Says:

    Amiin dan Terimakasih Prof, sangat memperkaya. Saya percaya dengan kepemimpinan yang telah bapak sampaikan akan melahirkan pemimpin2 yang berkarakter mulia yang tumbuh besar bersama ketulusan bawahan yang telah merasa disejahterakan.

  3. 3
    Ika Ambar Ratri Says:

    Hey Bu,

    Boleh ikut komentar ya dan mau sedikit sharing…setuju dengan Prof. Sjafri, memang seperti itulah pemimpin, harus melayani subordinate-nya, tidak diciptakan tapi dibentuk dengan berbagai macam tempaan, tugas dan tanggung jawab. Selain menjadi pemimpin untuk orang lain juga harus bisa jadi pemimpin untuk diri sendiri. Well, I’m in that kind of condition now…menerima tongkat estafet untuk menjadi leader dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun di masa awal bekerja dan tahun berikutnya diberikan posisi yang sangat besar tanggung jawabnya untuk menjadi AsMan dengan mengelola dan mendevelop 4 subordinate dan sedang di-challenge untuk menjadi Acting Manager di kantor untuk menghandle 2 tim sekaligus sebagai akibat “hukuman kinerja” dan penilaian kompetensi yang menurut pihak manajemen terbilang bagus. Rasa percaya/trust juga penting peranannya di dalam hubungan antara atasan-bawah, bagaimana mereka melaporkan sesuatu tanpa harus diminta (kalau di kantor kita gunakan sistem HORENSO (HOkoku, RENraku, SOdan) untuk pelaporan), menceritakan keluhan dan hambatan yang dihadapi baik dalam lingkup pekerjaan atau pribadi sehingga motivasi, semangat serta komitmen mereka untuk bekerja dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri, team dan perusahaan tetap terjaga.

    I guess…we all can be a good leader. You can. I can. We can.

  4. 4
    ratih Says:

    Thanks for posting your comment, Bu Ambar.
    I agree with your suggestion of considering HORENSO in the system.
    And, it sounds like you have an excellent opportunity to impact quality of leadership in your job, team and even for yourself. Keep up the good work and let me know if I can assist in any way :) Thanks for sharing!
    Ratih

  5. 5
    muh thahrim imam Says:

    artikel yang bagus,.. saya setuju bahwa kepemimpinan seharusnya memiliki kompetensi dan komitmen yang memadai, karena dengan komitmen dan kompetensi yang tinggi maka akan melahirkan kepekaan emosional dan kemampuan individu dalam bekerja. dan untuk membangunnya dibutuhkan kerjasama yang baik antara pemimpin dan karyawan, tempatkanlah karyawan sebagai sparing partner, karena dengan adanya mereka maka kita menjadi organisasi. persoalannya adalah siapkah pemimpin akan saran dan masukan yang sifatnya membangun….

Leave a Reply